Matinya Media Konvensional
Sebetulnya judul di atas kurang tepat untuk menggambarkan essensi dari tulisan ini; karena sebenarnya media itu tidak pernah akan mati; ini adalah salah satu bentuk umat manusia berkomunikasi. Mereka tidak akan pernah mati melainkan berevolusi, masalahnya adalah seberapa cepat perubahan dari industri media dibanding dengan kompetisi, capital yang semakin mahal, kelangkaan bahan baku, serta semakin egoisnya individu manusia mengakses sebuah media [ media cetak melalui uang yang dibayarkan serta media elektronik melalui jumlah waktu yang dihabiskan untuk melihatnya] sertafaktor lainnya.
Gw adalah salah satu pendukung evolusi radikal yang turut berpendapat bahwa media cetak and elektronik akan segera berubah dengan cepat. Kuncinya dari perubahan ini adalah perkembangan internet yang bergerak sangat cepat. Platform terbaru Web 2.0 yang mendukung interaktif antara user media dengan media itu sendiri. Sedangkan industri media cetak mulai dihantui oleh naiknya harga kertas sebagai bahan produksi utama, update yang kurang cepat serta semakin berkurangnya porsi iklan sebagai sumber pembiayaan, etc . Media televisi sendiri, kepopulerannya mulai sedikit berkurang, terutama di kalangan anak-anak muda dewasa ini [19-27thn]; mereka mendapat informasi lebih banyak dari internet daripada melalui televisi dan gejala ini terus berkembang. Kasus ini memang terjadi di Eropa, yang notabene penetrasi internet lebih baik daripada Indonesia tapi cepat atau lambat pasti sampai di Indo.
Media konvensial harus beradaptasi terhadap perubahan ini. Mengapa, karena internet akan semakin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sifatnya yang borderless=tanpa batas negara [walalupun sebenarnya tetap ada batas, misalnya orang yang tidak mempunyai akses ke internet] menjadikannya sebuah media yang efektif untuk mengkampanyekan apapun. Ini berkorelasi dengan ribuan blog baru tumbuh setiap baru, perkembangan podcast yang cepat, situs social seperti YouTube, SEcond Life, Facebook, etc.
Jadi siap atau tidak, new wave is coming; adaptasi, diferensiasi atau mati…………….