Personal Life and Living at Planet Earth


Bajak-Membajak

Ditulis dalam Life Exellence oleh soldieroffortune pada April 7, 2008
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
Kemaren sore melihat running text yang cukup aneh, serta menggelitik bila dibaca. Isinya adalah Menteri Pendidikan Nasional Indonesia [Bambang Sudibyo] mempersilahkan bagi semua orang untuk membajak buku2 yang telah dibeli hak ciptanya oleh Departemen Pendidikan.
Menarik; karena jarang bahkan tidak ada seorang menteri mempersilahkan kegiatan bajak membajak ini. Yang dimaksud adalah hak cipta dari kurang lebih 37 judul buku yang telah dibeli hak ciptanya dari para penulis serta telah diubah kedalam bentuk e-book. Dalam suatu dialaog dia mengatakan,  ”Apabila ada pihak yang berminat untuk memperdagangkan buku-buku tersebut dapat mengunduh secara gratis, mencetak, dan kemudian menjualnya. Tetapi harganya tidak boleh melampaui harga yang ditetapkan.” [sumber pers Dekdiknas].
BAgi yang melihat ini sebagai peluang silahkan dicoba, tokh tidak akan yang berkeberatan; bahkan mungkin akan didukung karena ikut mencedaskan kehidupan bajak. Ayo mari kita membajak dalam hal yang positif untuk kemajuan bangsa. [Bayangkan apabila windows tidak pernah dibajak di bumi pertiwi ini apa yang akan terjadi, mungkin Indonesia akan jadi bangsa yang terbelakang].
Kali ini serukan setuju untuk para pembajak!!!!!!   http://www.depdiknas.go.id/.

7 Tanggapan ke 'Bajak-Membajak'

Berlangganan pada komentar RSS atau LacakBalik ke 'Bajak-Membajak'.

  1. djunaedird berkata,

    Sebetulnya kata membajak yang dipakai Pak Mentri itu kurang cocok. Karena, buku yang telah dibeli oleh Pemerintah (BACA: UANG EAKYAT) wajar kalau rakyat menikmati hasil pembeliannya. :P

  2. dini berkata,

    sebenarnya kalo dicermati, pak mentri pengen rakyatnya gemar membaca, lha masalahnya kalo harga buku tinggi gimana rakyat mau beli, lha beli minyak goreng aja susah

  3. soldieroffortune berkata,

    @ Djunaedird
    Setuju banget, itu emang duit rakyat. yang terpenting adalah bagimana memanfaatkannya sehingga berguna.

    @ Dini
    Kalo ini critanya kayak ayam sama telor, masalah ekonomi selalu menjadi hambatan. Gak papa yang penting ada yang mulai bergerak untuk menjadikan buku menjadi murah. Mari kita gabung!!!

    Peace All

  4. YUSNITA berkata,

    sampai sejauh mana kebebasan pers menurut anda?

  5. soldieroffortune berkata,

    @ yusnita;

    Kebebasan pers ??? Sejauh ini menurut saya pers sudah cukup bertanggung jawab kepada publik, kebenaran, hukum, common sense, akal sehat. Karena arti sebenarnya dari kebebasan pers adalah bebas dalam mengakses informasi yang terbuka [hal ini yang tidak ada pada era soeharto; semua informasi terpusat pada satu sumber].
    Kebebasan pers mungkin sering diartikan sebagai “semau gue” padahal sebenarnya pers adalah alat untuk kepentingan publik and ada kode etik jurnalisme yang berlaku bagi setiap reporter atau pekerja pers.

    Yang menjadi masalah mungkin, apakah pers sekarang digunakan sebagai alat kepentingan bagi satu golongan atau tetap netral ???

  6. v3 berkata,

    menurut saya bapak sudibyo adalah menteri pendidikan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

    klo masalah bajak membajak kayaknya masalah salah persepsi saja.

    saya yakin itu dilakukan berkait dengan masalah sulitnya melindungi hak cipta sebuah e book, jadi daripada dilarang, toh hak ciptanya sudah dibeli, pak dibyo memberi kemudahan bagi para reseller untuk menjual kembali buku tersebut.

    saya termasuk yang dapat memanfaatkan buku tersebut dengan gratis.
    jadi gag perlu beli e book mahal-mahal.

    Salut buat pak menteri. Di daerah saya juga sekarang pendidikan 100% gratis. Gag ada menteri pendidikan kaya gini di era orba/ repotmasi :P

    anggaran pendidikan juga full dikucurkan 20%.

    Seharusnya kita berterimakasih pada beliau. Bukan malah menghujatnya.

    Buku gratis=pengetahuan gratis=kemudahan belajar bagi kaum miskin=pemerataan pembangunan=kesejahteraan masyarakat.

    • soldieroffortune berkata,

      @ v3
      saya setuju bahwa menteri sekarang cukup mendukung pendidikan, walaupun ada beberapa hal yang masih harus dibenahi seperti perbaikan kurikulum serta standar kualitas guru dan perhatian terhadap siswa yang berpotensi tinggi.
      Untuk anggaran pendidikan yang mencapai 20% dari APBN, itu suatu pencapaian yang luar biasa.
      Masalah bajak membajak sendiri menurut saya itu adalah salah satu cara untuk mencerdaskan bangsa indonesia dalam arti yang positif>>> Bisa bayangkan kalo windows gak pernah dibajaK ? Mungkin sekarang kita belom kenal internet. Itu adalah sila kelima dari pancasila ” Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.


Tinggalkan Balasan