Mei 30, 2008
· Disimpan dalam Personal Life · Tagged bayi, betina, binatang, dutch, hotot, kelahiran, kelinci, rex, warna
PipiPopoPipo - hari ini hari kelima sejak kelahiran mereka tiga anak kelinci [semoga tidak ada yang mati]. Pengamatan tadi pagi; ketiga anak rex masih terlihat sehat and lucu2; bahkan mereka sudah mulai untuk belajar berjalan. Walaupun jadinya nabrak2 kardus yang disediakan tapi lucu banget [gak sabar liat mereka nanti tumbuh bulu]. Kalau dilihat dari induknya yang jenis rex tiga warna kemungkinan besar mereka juga mewariskan warna2 yang sedikit mirip. Sempet liat di salah satu anak kelinci ada garis hitam di telinganya; yang laen belum keliatan, masih merah mirip anak2 tikus.
Tidak sabar untuk menunggu mereka agak besar; ya masih sekitar 1 bulan lagi……..
Mei 28, 2008
· Disimpan dalam Life Exellence · Tagged 3M, diskusi, facet, fortune 500, GE, hierarchy, ilmu terapan, informasi, knowlegde management, list, matrix, nokia, organisasi, pengambilan keputusan, people, polyhierarchy, psikologi, taxonomy, tree
Berapa banyak informasi yang dimiliki suatu organisasi? Lalu lintas informasi organisasi meningkat dalam jumlah yang sangat luar biasa, mencapai 600% setiap tahunnya. Jumlah data yang diterima setiap pegawai meningkat dua kali lipat setiap 18 bulan. E-mail yang diterima setiap orang mencapai puluhan dan bahkan ratusan setiap harinya.
Arus informasi yang sedemikian derasnya menimbulkan permasalahan bagi organisasi. “Informasi yang dikelola dengan baik dapat menjadi power, namun kelalaian dalam mengelola informasi menimbulkan bencana dan berdampak pada produktivitas organisasi”, demikian pendapat mayoritas para manager perusahaan. “Kondisi ini memiliki potensi untuk terus melemah dan bukannya membaik, apabila tidak ditangani dengan baik.”
Pengelolaan informasi terkait dengan masalah penyimpanan dan pencarian kembali. Problem utama dalam proses penyimpanan dan pencarian informasi bermuara pada fakta dimana setiap orang melakukan pengorganisasian dengan cara/prinsip dan isitlah yang berbeda satu dengan yang lainnya. Untuk itu dibutuhkan kesepakatan istilah untuk mempermudah proses penyimpanan dan pencarian kembali informasi. Upaya ini dikenal dengan sebutan taxonomi.
Taxonomy adalah ilmu untuk mengklasifikasikan atau mengorganisasikan sesuatu berdasarkan prinsip yang disepakati. Contoh taxonomi adalah sbb:
Taxonomy dapat direpresentsaikan dengan berbagai cara tergantung dari kebutuhan organisasi. Jenis-jenis taxonomi yang digunakan organisasi, adalah sbb: List, Tree, Hierarchy, Polyhierarchy, Matrix dan Facet. Masing-masing cara mempunyai cost dan benefit tersendiri.
Manfaat dari penggunaan taxonomy tidak hanya berhenti pada tataran informasi. Akhir-akhir ini focus terhadap informasi mulai beralih ke knowledge (pengetahuan). Ketika informasi hanya mampu berbicara di tataran “apa” (know what) yang diketahui mengenai suatu obyek, maka knowledge mampu menjabarkannya lebih jauh lagi sampai ke tataran “apa dan bagaimana” (know how). Sejumlah ahli seperti Peter Drucker, berpendapat bahwa mereka yang menguasai knowledge adalah mereka yang menguasai dunia. Beberapa perusahaan yang mengklaim dirinya sebagai knowledge based organization memang pada nyatanya masuk dalam jajaran perusahaan ter-“wah” dalam Fortune 500,seperti, Nokia, GE dan 3M.
Menurut para ahli:
Organisasi yang mengelola knowledgenya melakukan sinergi antara pengelolaan sumber daya manusia (kompetensi atau tacit knowledge) dan pengelolaan informasi (explicit knowledge) untuk dimanfaatkan dalam proses kerja dalam rangka pencapaian misi dan visi organisasi. Proses pengambilan keputusan akan dilengkapi tidak hanya oleh informasi (explicit knowledge) , tapi juga ketersediaan tenaga ahli (tacit knowledge) atau subject matter expert . Keseluruhan pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi baik dalam bentuk tacit maupun explicit knowledge akan mewakili core competency atau knowledge map organisasi yang membuka jalan pada terciptanya competitive advantage.
Taxonomi lagi-lagi sangat berperan karena taxonomi akan mensinergikan, menghubungkan, mempermudah penyimpanan dan pencarian kembali informasi dan tenaga ahli yang dibutuhkan dalam proses kerja dan proses pengambilan keputusan organisasi. Dalam kondisi ini, taxonomi juga menjadi alat bantu mengintegrasikan informasi yang terstruktur dan informasi yang tidak terstruktur, misalnya, harga BBM naik dari Rp. X menjadi Rp. Y, yang berbentuk informasi dalam pengelolaannya dapat dikaitkan dengan dengan pandangan ahli ekonomi mengenai kenapa kenaikan tersebut harus dilakukan serta dampaknya terhadap kondisi perekonomian. Data BBM yang hanya berbentuk informasi diberikan konteks menjadi pengetahuan.
Taxonomi seperti udara, air di sekeliling kita, kehadirannya sangat dibutuhkan, tapi kehadirannya sering dilupakan, dan baru disadari ketika kekacauan melanda. Berikut ini, sekelumit kisah kecil mengenai pentingnya taxonomi
Pada tahun 1814, Thomas Jefferson merasa sangat kecewa atas pengelolaan dokumen di the Library of Congress sehingga ketika dia mendonasikan koleksinya, Jefferson melakukan reklasifikasi dari semua koleksi yang ada disana.
– Source: Systems of Knowledge Organization for Digital Libraries, Gail Hodge
Ingin tahu lebih lanjut mengenai taxonomy silahkan menghubungi no. 021-99910015
April 28, 2008
· Disimpan dalam Relationship · Tagged cinta, pasangan, pria, Relationship, resep, wanita
Postingan dari email yang cukup lucu, sekedar mengingatkan bagi yang lagi cinta2nya sama pasangan. Hihihihhi - Author (Unknown)
BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang)
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu mudakarena dapat mempengaruhi kelezatan
- Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap “IMAN, HARAP & KASIH” yang telah memiliki sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus ikhlas
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta
- Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas
- Kue siap dinikmati
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat!
Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek “Tempat Ibadah” diatas api cinta.
Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin halal… ! Selamat menikmati…
(made by ‘love’ bakery’
April 24, 2008
· Disimpan dalam media · Tagged adaptasi, diferensiasi, internet, komunikasi, koran, mati, media, media cetak, radikal, radio, televisi, web
Sebetulnya judul di atas kurang tepat untuk menggambarkan essensi dari tulisan ini; karena sebenarnya media itu tidak pernah akan mati; ini adalah salah satu bentuk umat manusia berkomunikasi. Mereka tidak akan pernah mati melainkan berevolusi, masalahnya adalah seberapa cepat perubahan dari industri media dibanding dengan kompetisi, capital yang semakin mahal, kelangkaan bahan baku, serta semakin egoisnya individu manusia mengakses sebuah media [ media cetak melalui uang yang dibayarkan serta media elektronik melalui jumlah waktu yang dihabiskan untuk melihatnya] sertafaktor lainnya.
Gw adalah salah satu pendukung evolusi radikal yang turut berpendapat bahwa media cetak and elektronik akan segera berubah dengan cepat. Kuncinya dari perubahan ini adalah perkembangan internet yang bergerak sangat cepat. Platform terbaru Web 2.0 yang mendukung interaktif antara user media dengan media itu sendiri. Sedangkan industri media cetak mulai dihantui oleh naiknya harga kertas sebagai bahan produksi utama, update yang kurang cepat serta semakin berkurangnya porsi iklan sebagai sumber pembiayaan, etc . Media televisi sendiri, kepopulerannya mulai sedikit berkurang, terutama di kalangan anak-anak muda dewasa ini [19-27thn]; mereka mendapat informasi lebih banyak dari internet daripada melalui televisi dan gejala ini terus berkembang. Kasus ini memang terjadi di Eropa, yang notabene penetrasi internet lebih baik daripada Indonesia tapi cepat atau lambat pasti sampai di Indo.
Media konvensial harus beradaptasi terhadap perubahan ini. Mengapa, karena internet akan semakin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sifatnya yang borderless=tanpa batas negara [walalupun sebenarnya tetap ada batas, misalnya orang yang tidak mempunyai akses ke internet] menjadikannya sebuah media yang efektif untuk mengkampanyekan apapun. Ini berkorelasi dengan ribuan blog baru tumbuh setiap baru, perkembangan podcast yang cepat, situs social seperti YouTube, SEcond Life, Facebook, etc.
Jadi siap atau tidak, new wave is coming; adaptasi, diferensiasi atau mati…………….
April 24, 2008
· Disimpan dalam Life Exellence, Personal Life · Tagged Bambang Soedibyo, buku, ebook, guru, mendiknas, murid, pendidikan
Tulisan sebelumnya membahas tentang kebijakan Mendiknas Bambang Soedibyo untuk menerbitkan buku murah melalui penerbitan buku2 yang telah dibeli oleh Depdiknas. Sebanyak 39 buah buku sampai saat ini telah dibeli hak ciptanya dan ditargetkan akan mencapai 250 judul buku di akhir tahun 2008. Semua pihak mulai dari penerbit, pengguna awam, murid-murid sekolah, para guru atau siapapun berhak menerbitkan buku ini. Tentu saja dengan patokan harga tidak boleh lebih mahal daripada yang telah ditentukan oleh Depdinas [and tentu saja tidak boleh gaptek; paling tidak tau bagaimana cara mendownload e-book]. Hehehe.
Cuma masalahnya mendiknas, tidak menyebutkan dimana dapat mendownload ebook ini atau paling tidak direktorat mana yang menangani. Setelah googling and bertanya2 dengan beberapa teman didapat informasi bahwa ebook ini dapat didownload melalui situs http://www.sibi.or.id/. Tapi apa lacur dari 39 judul ebook yang katanya ada, yang bisa didownload hanya satu, sisanya tidak jelas atau entah dimana harus mintanya…….
Ayo dong pak menteri, kasih tau dimana bisa mendapatkan e-book ini. Soalnya banyak banget yang tertarik dengan program ini.
April 22, 2008
· Disimpan dalam Food · Tagged bawang merah, bawang putih, bebek, bumbu dapur, garam, goreng, jahe, kuliner, kunyit, masakan, minyak, sedap, sendok teh
Salah satu resep yang didapat di Kompas edisi Minggu 20 April 2008 [bebek booo-yummy]; pastinya dibuang juga koran ini jadi ditulis dulu resepnya, biar everlasting [halah apa coba]
- Bahan :
- 1 ekor bebek, potong menjadi 4 bagian
- 4 batang serai, ambil putihnya dan memarkan
- 2 lembar daun salam
- 4 lembang daun jeruk buang tulangnya
- 800 ml air
- Bumbu Halus
- 10 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 2 cm kunyit lalu dibakar
- 1 sendok teh ketumbar
- 2 cm jahe
- 1 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh gula pasir
- Bahan Lalapan :
- 4 tangkai daun kemangi
- 2 buah ketimun
- 50 gr kol
- Bahan Sambal Terasi
- 15 buah cabai keriting
- 2 buah cabai merah besar
- 2 siung bawang putih
- 4 buah cabai rawit merah
- 4 butir bawang merah
- 1 sendok teh terasi
- 1/2 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh gula pasir
- 5 lembar daun jeruk, kemudian disobek-sobek
- 2 cm lengkuas kemudian dimemarkan
- 5 sendok makan minyak goreng untuk menumis
- Cara Membuat :
- Lumuri bebek dengan 1 sendok teh garam dan 2 sendok teh air jeruk nipis kemudian diamkan agar bumbu meresap selama 20 menit.
- Kemudian aduk rata bebek, bumbu halus, serai, daun salam dan daun jeruk. Beri 800ml air dan masak diatas api kecil sampe semua bumbu meresap.
- Panaskan minyak goreng secukupnya kemudian masukkan bebek kedalamnya dan goreng sampai berwarna kecoklatan.
- Membuat Sambal Terasi :
- Ulek semua bahan sambal terasi kecuali gula pasir, garam dan daun jeruk. Panaskan minyak untuk menumis; masukkan semua bahan sambal dan tambahkan daun jeruk,lengkuas. Tumislah sampai berbau harum.
- Tambahkan garam dan gula pasir sesuai selera, jangan lupa diaduk sampai rata.
- Masakan sudah siap; disajikan dengan lalapan dan sambal terasi. Cukup dinikmati untuk 4 orang. Hmmm-yummy!!!
April 21, 2008
· Disimpan dalam Personal Life · Tagged astro, bola, devisa, liga, liga champion, nasionalisme, piala uefa, sepakbola, siaran, televisi, tv swasta
Ide ini udah lama ada, tapinya karena berbagai kesibukan [cie..cie] akhirnya baru sempet diposting. Ide didapat waktu membaca artikel bahwa Astro memenangi hak siar Liga Champion tahun 2009 untuk wilayah Asia [termasuk Indonesia, Malaysia and tetangga deketnya]. Bisa Repot kali begini walaupun kadang gak kuat bergadang, tapi rasanya kok sayang kalo melewatkan tayangan ini. Alhasil jadi kepikiran untuk langganan Astro; untung Hana juga setuju aja. Sempet nanya2 sama temen di MNC kenapa sigh mereka gak ikutan ambil hak siar tayang piala champion, cuma jawaban yang didapat tidak memuaskan, tidak mau bersaing beli hak siarnya katanya [aduh ini khan menyangkut hajat hidup orang banyak]. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia [butir kelima dari Pancasila -halah jadi ngelantur gini]
Jadi sedikit terusik masalah idealisme and nasionalisme nigh; karena Astro khan dimiliki oleh Malaysia. Inget beberapa waktu lalu saat sentimen antara Indonesia and Malaysia sempat menghangat; masalah warga negara Indonesia yang dianiaya, klaim beberapa budaya milik Indonesia and hal2 lainnya yang cukup membuat sebal dengan bangsa Malaysia. Bahkan sampai membatalkan rencana trips kesana dengan beberapa teman. Heehehehe.
Tapi apa daya, masalah perbolaan ini cukup penting buat gw. Ayo dong ada tv swasta yang mau beli hak siarnya. Jadi gak perlu berlangganan and terlebih gak perlu ada devisa yang pergi ke negeri tetangga.
April 18, 2008
· Disimpan dalam Life Exellence, Personal Life · Tagged 2009, anggota mpr, dewi persik, gubernur, jawa barat, kepala daerah, partai politik, pemilihan, pemilu, pemimpin, pilkada langsung, politik, rakyat, wakil rakyat
Beberapa hari yang lalu, ada acara pemilihan Gubenur Jawa Barat; cuma kok tidak berasa ramenya [halah sekalian aja bikin dangdutan biar rame]. SEcara rumah deket banget dengan Depok, salah satu daerah pemilihan. Tapi memang tingkat partisipasi pemilih untuk pilkada kali ini sangat rendah; kurang dari 70%. Cuma bukan ini masalahnya, yang membuat tergelitik membuat postingan ini adalah pernyataan dari salah satu partai pemenang pemilu 2009 yang merasa bahwa mereka kalah dalam pemilihan kali ini. Terbukti dari calon gubernur yang mereka diusung kali ini kalah oleh calon laen yang didukung oleh partai lain.
Aduh ini adalah pemikiran yang salah…..dalam pilakada langsung pemenangnya adalah rakyat atau mereka yang tidak memilih atau golput. Cuma bagian golput ini tidak usah dibahas karena akan menimbulkan polemik yang berkepanjangan nantinya. Kenapa Rakyat yang Menang….. adalah karena kali ini mereka memilih langsung calon yang mereka pilih, siapa yang mereka kenal itu yang mereka coblos; bukan siapa partai mengusungnya!!!! Rakyat yang semula loyal dengan suatu partai belum tentu akan memilih calon dari partai yang diusung partai tersebut. Ini yang patut oleh partai politik di pemilu tahun 2009, jika paradigma untuk rakyat tidak dicermati niscaya tahun depan partai2 tidak akan mendulang jumlah suara yang banyak. Sebetulnya ada dua faktor yang bisa dicermati, pertama faktor kepopuleran wakil rakyat tersebut di mata rakyat, hihiiihii gmana kalo dewi persik ikut mencalonkan jadi anggota mpr ya [yang pasti saya pasti akan memilihnya....]. Faktor kedua adalah rakyat tidak tertarik dengan tokoh tua lagi, mereka butuh pembaharu yang mengenal karakter dari masyarakat lokal.
Menarik juga pembelajaran demokrasi ini di bumi pertiwi, patut dicermati.
April 18, 2008
· Disimpan dalam Personal Life, Technology · Tagged cafe, daftar, foodcourt, hotspot, internet, list, lokasi, menkoinfo, plaza, restoran
Lucu bener judul tulisan yang dibaca di koran hari ini [sedikit tulisan dari mas Burhan]; yang isinya critanya tentang seorang teman pengalaman mengakses internet gratis di daerah Tulungagung [gagasan Menkoinfo untuk mewujudkan internet gratis]. Namun ternyata hotspot yang dicoba melempem, dicoba memakai laptop berkali-kali tetap aja akses yang dituju tidak bisa dibuka. Alias bengong menurut Mas Burhan, tidak bisa menjelajah ranah maya. Apa mungkin karena gratisan kali ya ?
Jadi inget beberapa waktu yang lalu di deretan daftar email masuk ada list lokasi hotspot di Jakarta, sebagian gratis sebagian lagi berbayar. Yuk liat lokasi2nya and cari tau mana yang termasuk deretan hotspot bengong …….
- Bakmi Keriting Restaurant Jl. Jend Sudirman Kav 1 Wisma BNI 46 Jakarta 10220
- Fashion Cafe Jl. Jend Sudirman Kav 1Wisma BNI 46 Jakarta 10220
- Food Court Restaurant Jl. Jend Sudirman Kav 1Wisma BNI 46 Jakarta 10220
- Java Bay Cafe Jl. Jend Sudirman Kav 1 Wisma BNI 46 Jakarta 10220
- Mall - Plaza Senayan Jl. Asia Afrika 8 Plaza Senayan Jakarta 10270
- Marche Moven Pick Restaurant Jl. HR Rasuna Said Kav X-0, Graha Surya Internusa Lt Dasar Jakarta 12950
- Millenia RatuPlaza Jl Jenderal Sudirman RatuPlaza eMall, 4th floor Jakarta 10220
- Telkom Teleshop Mall Taman Anggrek Jakarta Barat
- Harris Hotel Tebet Jakarta Jl. Dr Saharjo 191 Jakarta Selatan
- Jakarta Convention Center Jl. Gatot Subroto Senayan Jakarta Selatan
- Mojo Cafe Mangga Dua Square Level 3, Next to Surya Cinema Jakarta kota
- Cyber Cafe Orion Dusit Lantai Dasar . Jakarta Kota
- Istana Negara Pers Room 1 President Office Jakarta Pusat
- Telkom Jl. Gatot Subroto Graha Citra Caraka Jakarta Pusat
- Dunkin Donat Pusat Jl. Hayam Wuruk dekat dengan Wisma Hayam Wuruk Jakarta Kota
- Plaza Semanggi. Lantai 1 dan lantai 2 dan Food court area Jl. Jendral Sudirman Jakarta Selatan
- Oma Sendok jalan Empu Sendok No. 45, Senopati keb baru Jakarta Selatan.
- Bakoel koffie, Bellaggio, Mega Kuningan .
- BizNet Cafe, Mega Kuningan
- Delights cafe, Jalan Kemang Raya , Kemang Jakarta Selatan.
- Cafe Aksara Bookstore, Kemang, Jakarta Selatan.
- Restoran Hotel Grand Flora, Kemang, Jakarta Selatan.
- Cafe Lokananta, Panglima Polim Selatan , Jakarta Selatan.
- BAKWAN ECETERA Jl. Benda No. 89, Kemang - Jakarta Selatan,
- Mal Pondok Indah II , mulai lantai paling bawah hingga ke lantai atas (foodcourt) khusus hari
kerja.
- Depok Town Square (Foodcourt)
- ZOE Cafe , Depok
- Bakoel Koffe Jl. Senopati , Belakang SCBD Jakarta Selatan
- Prisma Sport Center Perum. Kedoya Permai Kebon Jeruk Jakarta Barat
- Chiyyo cafe sampingnya bakmi metropolitan, Casablanca
- Sandwich bakar - Jl. pangeran Antasari.
April 17, 2008
· Disimpan dalam Personal Life, Religion · Tagged A.R. Bernard, asian, asian conference, benny hinn, Carola Haggkvis, City Harvest Church, don moen, Du Du Fisher, Israel Houghton, Kong Hee, Phil & Chris Pringle, Religion, Sidney Mohede, singapore, Ulf Ekman
Seminggu ini email ada dari seorang teman yang isinya adalah konfirmasi untukacara asia conference 2008 di Singapore; 19-23 November 2008 at Singapore Expo Hall 8. Akhirnya g and hana memutuskan untuk ikut di conference ini, walaupun juga blom tau apakah punya waktu and money [secara harus berdua yang berangkat; sedikit expensive ya].
Anyway setelah g baca2 website and informasi dari teman; conference in pretty goods. Secara ini adalah pertama kali di ASia ada seminar bagi “orang yang menyebut dirinya Kristen” SEjauh yang g tau akan datang beberapa speakers termasuk A.R. Bernard, Benny Hinn, Phil Pringle, Ulf Ekman and John Bevere. SEcara personal g gak kenal orang2 ini, tapi g percaya ada kegerakan rohani yang luar biasa di acara ini. Kenapa? Karena pembicara ini termasuk orang2 yang radikal terhadap kekristenan; [radikal maksudnya tidak kompromi dengan dunia ini, tapi juga mempengaruhi dunia.] Yang bikin g seneng ada juga speakers dari Indonesia [di tengah sorotan orang akan Indonesia; sebetulnya banyak orang Indonesia yang hebat di bidang mereka]. Featuring special performances by world-renowned singers, Carola Haggkvis, Du Du Fisher, Don Moen, Sidney Mohede [from Indonesia] & Israel Houghton!
Masih jauh emang bulannya, tetapi harus ada yang disiapkan!! Gak sabar juga ikutan acara ini; pasti ada sesuatu yang besar [secara negara2 di Asia pada ikutan;Indonesia,Malaysia,Cina, Taiwan,etc], belum termasuk dari Singapore {City Harvest Church] sebagai promotor event. Something Big Is Going On; and we both bagian dari hal tersebut. It Will Be Great;
Profile lengkap mengenai acara ini, beserta pembicara yang akan dateng, latar belakang speaker, reservation, akomadasi, please see http://www.asiaconference.org.sg/